Ekonomi
Tanah Semarang Turun 10 Cm per Tahun, Pengusaha Gudang Harus Terus Tinggikan Bangunan
Penurunan muka tanah di pesisir Semarang disebut mencapai 10 cm per tahun. Pengusaha gudang bahkan harus meninggikan bangunan setiap enam hingga tujuh tahun.

SEMARANG – Penurunan muka tanah menjadi tantangan serius bagi pelaku industri dan logistik di kawasan pesisir Kota Semarang. Kondisi ini membuat pengusaha harus terus melakukan penyesuaian terhadap bangunan pergudangan agar aktivitas bisnis tetap berjalan.
Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko, mengatakan penurunan muka tanah di sekitar kawasan pelabuhan menjadi persoalan yang nyata dirasakan pelaku usaha.
Menurutnya, laju penurunan muka tanah di kawasan tersebut bisa mencapai sekitar 10 sentimeter per tahun. Kondisi itu membuat bangunan yang sebelumnya sudah ditinggikan kembali membutuhkan penyesuaian dalam beberapa tahun berikutnya.
“Menurut teman-teman yang ada di pelabuhan, kebetulan saya juga pergudangan, per tahun 10 sentimeter memang benar. Jadi kalau saya tinggikan satu meter, paling bisa enam tahun atau tujuh tahun harus ditinggikan lagi,” ujar Teguh saat diwawancarai Espos, Kamis (10/9/2026).
Rob Jadi Ancaman bagi Distribusi Barang
Persoalan penurunan muka tanah semakin kompleks karena kawasan pesisir Semarang juga menghadapi ancaman banjir rob.
Teguh mengatakan genangan air laut pada waktu tertentu dapat mengganggu aktivitas distribusi barang, terutama di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan pergudangan, tetapi juga sektor transportasi yang menopang kegiatan logistik.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















