Menurut dia, kendaraan truk yang berulang kali melewati kawasan terdampak air laut berpotensi mengalami korosi. Kondisi tersebut pada akhirnya menambah beban biaya bagi pelaku usaha.

“Kami pengguna jasa dari pergudangan, kendaraan trucking dan sebagainya dirugikan. Karena air pasang ini merusak. Pelabuhannya misalnya kering, di luar banjir. Tetapi truk-truk mengalami pengeroposan atau berkarat,” jelasnya.

Tanggul Pelabuhan Jangan Sampai Terabaikan

Untuk mengurangi risiko rob, Teguh meminta tanggul di kawasan pelabuhan mendapatkan perawatan secara rutin. Menurutnya, keberadaan tanggul menjadi bagian penting dalam melindungi aktivitas industri dan logistik dari air laut.

Dia mengingatkan kondisi konstruksi tanggul perlu terus dipantau agar tidak mengalami kerusakan yang justru dapat memperbesar risiko genangan.

“Jangan sampai tanggul yang ada dibiarkan. Namanya tanggul kan pakai cor, kalau cor pakai besi, besinya juga bisa tumbang nanti. Pihak BUP yang memegang pelabuhan harus selalu update dan merawat tanggul-tanggul yang ada,” katanya.

Industri Butuh Perlindungan Pesisir

Teguh menilai persoalan penurunan muka tanah dan rob tidak bisa hanya dihadapi oleh masing-masing pelaku usaha. Dibutuhkan penanganan kawasan secara menyeluruh untuk melindungi pusat industri dan logistik di pesisir Semarang.