SEMARANG – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kedatangan ribuan kafilah, pendamping, dewan hakim, dan tamu dari berbagai daerah sejak awal September 2026 menggerakkan sejumlah sektor usaha, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, hingga produk oleh-oleh.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menilai perhelatan berskala nasional ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh.

“MTQ ini membawa berkah bagi Kota Semarang. Banyak saudara kita datang dari berbagai daerah, tinggal di sini beberapa hari, makan, menggunakan transportasi, membeli oleh-oleh, dan berbelanja kebutuhan lainnya. Pergerakan itu tentu membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha kita,” ujar Agustina di Semarang, Jumat (11/9/2026).

Menurut Agustina, dampak ekonomi tidak hanya terpusat di lokasi utama MTQ. Kebutuhan para tamu juga dilayani oleh usaha di berbagai wilayah kota selama mereka beraktivitas di Semarang.

Untuk mewadahi hal itu, panitia MTQ Nasional XXXI menggelar pameran dan bazar yang diikuti 89 pelaku usaha. Beragam produk ditampilkan, mulai makanan, minuman, hingga oleh-oleh khas Semarang seperti lunpia, tahu petis, bandeng presto, wingko, ganjel rel, dan moaci. Beberapa produk juga berasal dari komunitas dan kelurahan di Kota Semarang.