SEMARANG — Sejumlah dosen Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di MAN 1 Kota Semarang, Senin (13/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, para guru mendapatkan edukasi mengenai Child Grooming sebagai upaya meningkatkan kemampuan mendeteksi potensi kejahatan terhadap anak yang terjadi melalui media digital.

Program yang mengusung tema edukasi dan pendampingan guru dalam mengenali pola kejahatan siber tersebut diikuti 30 guru MAN 1 Kota Semarang. Materi yang diberikan berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan Media Sosial yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk mendekati anak-anak.

Tim pengabdian terdiri atas Dr. Soiful Hadi, S.T., M.Kom., Vensy Vydia, S.Kom., M.Kom., Feti Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Hermiana Vereswati, S.Psi., M.Psi., serta Markus Nanang Irawan Budi Susilo, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Kelima dosen tersebut memberikan materi sekaligus pendampingan secara langsung kepada para peserta.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman kejahatan siber yang menyasar anak, khususnya melalui modus child grooming di berbagai platform media sosial. Dalam kondisi tersebut, guru dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi dengan siswa setiap hari sehingga berpeluang mengenali perubahan perilaku sejak dini.

Dosen Psikologi USM, Markus Nanang Irawan Budi Susilo, menjelaskan bahwa child grooming merupakan proses yang dilakukan pelaku secara bertahap untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan anak sebelum akhirnya melakukan tindakan eksploitasi.

"Guru tidak harus menjadi ahli teknologi, tapi guru perlu peka terhadap perubahan sikap siswa. Kepekaan itu yang akan membantu deteksi dini sebelum masalah menjadi lebih besar," ujarnya.

Baca juga

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Rekomendasi Redaksi

Baca selanjutnya

Berita Terkait