SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meresmikan Agro Eduwisata yang berada di kawasan Masjid Agung Semarang, Tlogosari Wetan, pada Minggu (12/7). Peresmian Agro Eduwisata tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti serta panen perdana buah kelengkeng varietas Super Itoh New Kristal yang dibudidayakan di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan bahwa keberadaan Masjid Agung sebagai lokasi pengembangan agro eduwisata memiliki peran penting dalam mendukung persiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
"Ini juga persiapan dalam rangka MTQ Nasional. Pokoknya MTQ harus sukses," ujar Agustina.
Ia meminta agar penataan kawasan di sekitar Masjid Agung Semarang terus dimaksimalkan sehingga siap menyambut pelaksanaan ajang nasional tersebut.
Menurut Agustina, peresmian Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang juga menjadi inspirasi bagi arah pengembangan sektor pariwisata Kota Semarang pada masa mendatang. Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, berencana mendorong pengembangan agrowisata sebagai salah satu fokus pembangunan sektor pariwisata mulai tahun 2027.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah kota akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) agar mendukung penataan kawasan sekaligus pengembangan berbagai komoditas budidaya yang memiliki nilai edukasi maupun ekonomi.
Selain pengembangan kebun kelengkeng, Agustina juga mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi dengan berbagai jenis budidaya lainnya. Salah satunya melalui pengembangan perikanan lele dan nila sehingga pengunjung, khususnya anak-anak, memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.
"Jadi sembari belajar bagaimana kelengkeng bisa berbuah dengan luar biasa besar, kita juga belajar yang lain-lainnya," katanya.
Menurut Agustina, pengembangan agrowisata di Kota Semarang diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga menghadirkan manfaat edukatif bagi masyarakat. Kehadiran kawasan tersebut dapat menjadi media pembelajaran mengenai budidaya pertanian dan perikanan bagi para pengunjung.
Di sisi lain, keberadaan agro eduwisata juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan berbagai potensi yang ada di kawasan tersebut.
Melalui pengembangan Agro Eduwisata, Pemerintah Kota Semarang berharap konsep wisata berbasis edukasi dan pertanian dapat terus berkembang sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.