KEEROM – Semangat gotong royong menjadi kekuatan masyarakat di kawasan transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, dalam mengembangkan sektor pertanian. Tradisi tersebut kembali terlihat saat petani melaksanakan penanaman bibit padi melalui kegiatan royongan bersama Tim 14 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP).

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi TEP UNDIP untuk berinteraksi sekaligus mendampingi masyarakat secara langsung di lahan pertanian. Tim ikut membantu sejumlah tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan bibit hingga proses penanaman padi.

Bagi masyarakat Senggi, royongan merupakan bagian dari kehidupan sosial yang telah menjadi kebiasaan dalam mengerjakan pekerjaan pertanian. Warga saling membantu agar pekerjaan di lahan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Tidak hanya mempercepat pekerjaan, sistem tersebut juga menciptakan ruang interaksi antarwarga. Aktivitas bertani dilakukan dalam suasana kebersamaan, disertai percakapan dan canda gurau yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

Keterlibatan TEP UNDIP mendapat sambutan hangat dari petani. Kehadiran tim dianggap memberikan pengalaman baru karena para anggota tim dapat melihat sekaligus mengikuti secara langsung tradisi yang selama ini dijalankan masyarakat.

“Kami senang tim datang ke sini dan ikut turun langsung menanam. Jadi, tidak hanya mendengar tentang kegiatan royongan, tetapi juga ikut merasakan langsung bagaimana budaya royongan yang selalu kami lakukan,” ujar Hatta, anggota Kelompok Tani Kotop.