SEMARANG — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTIK) UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperluas tradisi literasi dan akademis mahasiswa. Momen istimewa ini ditandai dengan peluncuran dua chapter book karya kolaboratif pengurus DEMA FTIK di tengah kemeriahan hari kedua Orientasi Kefakultasan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 FTIK UIN Walisongo Semarang (19/8/2026).

Peluncuran dua buku bertajuk Nafas Pendidikan Indonesia dan Jejak Ilusi Pendidikan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium II UIN Walisongo Semarang. Penyerahan karya secara simbolis diterima langsung oleh pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan I FTIK Dr. Ahmad Muthohar, M.Ag. dan Wakil Dekan III FTIK Dr. Karnadi, M.Pd., di hadapan 925 mahasiswa baru FTIK.

Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang penerbitan buku, melainkan bukti konkret bagaimana mahasiswa mampu mentransformasikan pengalaman berorganisasi, kepekaan sosial, dan kritik terhadap realitas pendidikan menjadi karya pengetahuan tertulis yang berbobot.

Inovasi Program Literasi DEMA FTIK

Penerbitan dua buku ini lahir dari program kerja di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DEMA FTIK UIN Walisongo Semarang yang dikoordinasikan oleh Muqtafa Deka Yunesa. Seluruh proses, mulai dari perumusan ide, penulisan naskah, penyuntingan, hingga penerbitan, melibatkan kontribusi aktif dari pengurus DEMA FTIK.

Muqtafa Deka Yunesa menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Berbeda dari kegiatan organisasi pada umumnya yang dampaknya kerap usai setelah seremoni berakhir, penerbitan buku ini meninggalkan rekam gagasan yang dapat terus dibaca, dikritisi, dan dijadikan rujukan akademis.