ARUMAKATA.COM — Penanganan kebakaran TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, terus diintensifkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Memasuki hari kelima, berbagai metode pemadaman masih dilakukan, baik melalui jalur darat maupun udara, sementara operasi modifikasi cuaca (OMC) juga disiapkan untuk mempercepat penanganan.

Kondisi Putri Cempo menjadi perhatian karena titik-titik api berada di sejumlah lokasi yang tidak seluruhnya mudah dijangkau petugas melalui jalur darat. Karena itu, seluruh upaya yang memungkinkan terus dimaksimalkan untuk menangani kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, penanganan kebakaran saat ini telah memasuki hari kelima. Upaya pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan jalur darat sekaligus dukungan dari udara menggunakan water bombing.

“Segala cara digunakan, baik itu dari jalur darat maupun jalur udara. Di hari pertama kita menggunakan jalur darat, dan selanjutnya kita dibantu Polda Jateng dengan menggunakan water bombing,” kata Bergas saat acara jumpa pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin, 7 September 2026.

Selain metode pemadaman yang sudah berjalan, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan melalui operasi modifikasi cuaca. Bergas menyebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan OMC untuk mendukung upaya penanganan kebakaran tersebut.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca TPA Putri Cempo diharapkan dapat dimulai sekitar 9–10 September 2026. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat proses pemadaman di kawasan yang terdampak kebakaran.