Semangat inklusif itu berlanjut di Panggung Utama Lapangan Pancasila Simpang Lima. Rangkaian hiburan dan syiar berlanjut pada 13–18 September 2026 dengan melibatkan beragam elemen masyarakat.

Beberapa penampilan yang menarik perhatian antara lain Paduan Suara Akbar Kota Semarang beranggotakan 85 orang pada Minggu (13/9), serta Forum Perempuan Lintas Agama Kota Semarang dengan 40 anggotanya pada Kamis (17/9).

Mereka tampil bersanding dengan pertunjukan Tari Ratoh Jaroe dari SMP Nasima, persembahan Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang, Hadroh Rebana Anababa, hingga paduan suara Korpri Kota Semarang.

Keberhasilan Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026 merupakan buah gotong royong seluruh warga, sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang ramah, damai, dan inklusif bagi seluruh anak bangsa.(fi)