Sementara itu, program Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim membawa peserta mengenal potensi wisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Program ini berlangsung pada 15–19 September 2026 dengan kuota 75 peserta per hari.

Di Desa Wisata Kandri, kafilah dapat mengenal aktivitas budaya dan kearifan lokal masyarakat. Sementara di Goa Kreo, peserta dapat menikmati kawasan wisata alam yang berada di sekitar Waduk Jatibarang. Pilihan ini memberikan pengalaman berbeda bagi para kafilah karena memperkenalkan sisi Kota Semarang yang tidak hanya berada di kawasan pusat kota, tetapi juga memiliki potensi wisata alam dan desa wisata yang asri.

Didukung Armada Wisata dan Pendamping

Untuk mendukung kelancaran City Tour, seluruh keberangkatan dan kepulangan peserta dipusatkan di Balai Kota Semarang. Seluruh program dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan 10 unit armada, terdiri atas satu Bus Wisata Si Kenang, satu Bus Wisata Si Kuncung, satu Bus Wisata Si Denok, dua bus listrik, tiga shuttle, dan dua bus sekolah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang turut mendukung pelaksanaan melalui fasilitasi tiket masuk destinasi sesuai kuota yang tersedia serta penyediaan tour leader untuk mendampingi perjalanan peserta.

Pendaftaran _city tour_ disampaikan melalui Liaison Officer (LO) masing-masing kontingen provinsi. Informasi pendaftaran diberikan dalam bentuk lembar informasi (flyer) yang dilengkapi kode QR dan tautan formulir daring. Peserta perlu membawa tanda pengenal resmi kegiatan MTQ saat mengikuti city tour.