Sementara itu, melalui program Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, peserta diajak berkeliling menikmati sejumlah kawasan di Kota Semarang, termasuk Alun-Alun Semarang dan Kota Lama.

Para peserta berangkat dari Balai Kota Semarang mulai pukul 15.00 WIB. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemkot Semarang menyediakan bus tingkat milik Dinas Perhubungan dan shuttle bus.

Jemput Bola ke Venue MTQ

Untuk memudahkan peserta, pendaftaran city tour dilakukan melalui tautan dan barcode. Panitia juga melakukan koordinasi dengan LO melalui mekanisme jemput bola ke sejumlah lokasi penyelenggaraan MTQ.

Pada keberangkatan perdana, sekitar 70 peserta mengikuti city tour. Kafilah Papua Barat Daya dan Sulawesi Tenggara termasuk kelompok yang cukup banyak mengikuti kegiatan tersebut.

Deasy mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang memanfaatkan momentum MTQ Nasional untuk memperkenalkan potensi kota kepada peserta dari seluruh Indonesia.

“Kita ingin memanfaatkan momentum MTQ Nasional untuk memperkenalkan potensi wisata, sejarah, budaya, sekaligus keramahan Kota Semarang kepada ribuan kafilah dan pendamping dari berbagai daerah,” ujarnya.