Semarang
Kafilah MTQ Nasional Ikuti City Tour, Pemkot Semarang Kenalkan Destinasi Wisata
Sekitar 70 kafilah MTQ Nasional XXXI mengikuti city tour perdana di Semarang. Peserta diajak mengenal wisata sejarah, Kota Lama, Kandri dan Goa Kreo.

SEMARANG – Sebanyak sekitar 70 peserta MTQ Nasional XXXI mengikuti keberangkatan perdana program city tour yang digelar Pemerintah Kota Semarang, Rabu (16/9/2026).
Program tersebut menjadi kesempatan bagi para kafilah dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dekat destinasi wisata, sejarah, budaya hingga suasana Kota Semarang selama mengikuti MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Deasy Ismalia, mengatakan city tour disiapkan dalam tiga pilihan program yang berlangsung pada 16–19 September 2026.
“Ada tiga program yang kita tawarkan kepada peserta MTQ, mereka bisa menikmati program kunjungan ke wisata bersejarah, desa wisata, dan muter-muter Semarang,” kata Deasy.
Ada Wisata Sejarah hingga Desa Wisata
Pilihan pertama adalah wisata sejarah dengan mengunjungi sejumlah destinasi seperti Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-Alun Semarang, Masjid Kauman dan kawasan Kota Lama.
Pilihan berikutnya yakni Kafilah Dolan dengan tujuan Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Desa Wisata Kandri memiliki konsep wisata ramah muslim dan menjadi proyek percontohan wisata ramah muslim di Jawa Tengah.
Sementara itu, melalui program Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, peserta diajak berkeliling menikmati sejumlah kawasan di Kota Semarang, termasuk Alun-Alun Semarang dan Kota Lama.
Para peserta berangkat dari Balai Kota Semarang mulai pukul 15.00 WIB. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemkot Semarang menyediakan bus tingkat milik Dinas Perhubungan dan shuttle bus.
Jemput Bola ke Venue MTQ
Untuk memudahkan peserta, pendaftaran city tour dilakukan melalui tautan dan barcode. Panitia juga melakukan koordinasi dengan LO melalui mekanisme jemput bola ke sejumlah lokasi penyelenggaraan MTQ.
Pada keberangkatan perdana, sekitar 70 peserta mengikuti city tour. Kafilah Papua Barat Daya dan Sulawesi Tenggara termasuk kelompok yang cukup banyak mengikuti kegiatan tersebut.
Deasy mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang memanfaatkan momentum MTQ Nasional untuk memperkenalkan potensi kota kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Kita ingin memanfaatkan momentum MTQ Nasional untuk memperkenalkan potensi wisata, sejarah, budaya, sekaligus keramahan Kota Semarang kepada ribuan kafilah dan pendamping dari berbagai daerah,” ujarnya.
Kafilah Nikmati Pengalaman Pertama di Semarang
Respons positif datang dari peserta yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Semarang.
Zada, peserta cabang Fahmil Qur’an asal Yogyakarta, mengaku terkesan dengan berbagai fasilitas dan kegiatan yang tersedia. Ia juga menyebut Kota Lama dan Lawang Sewu sebagai destinasi yang ingin dikunjungi.
“Bagus. Fasilitas-fasilitasnya banyak, banyak sekali acara yang menarik,” ungkapnya.
Kesan serupa disampaikan Nala, peserta cabang Tafsir Kontemporer. Bagi Nala, kunjungan ke Semarang menjadi pengalaman pertama yang memberikan kesan nyaman.
“Baru pertama kali, tapi saya senang karena nyaman dan banyak tempat yang unik untuk dieksplorasi,” tuturnya.
City tour tersebut diharapkan menjadi pengalaman tambahan bagi para kafilah selama berada di Kota Semarang. Selain mengikuti kompetisi, mereka mendapat kesempatan mengenal lebih jauh destinasi, sejarah, budaya dan keramahan masyarakat Kota Semarang.(fi)
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi














