Sasarannya mencakup venue perlombaan, kawasan kuliner, area pameran, serta berbagai titik yang menjadi lokasi aktivitas kafilah dan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber. Menurutnya, pengelolaan sampah selama kegiatan berskala nasional tidak cukup hanya mengandalkan armada pengangkut.

“Kita tidak bisa hanya berpikir bagaimana mengangkut sampah sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah bagaimana sampah itu dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya,” jelasnya.

Agustina mengajak masyarakat, kafilah, dan panitia ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta memilah sampah jika memungkinkan.

“Target kita jelas: MTQ sukses, masyarakat nyaman, pelayanan berjalan, dan Kota Semarang tetap bersih. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai tuan rumah,” pungkasnya.(fi)