“Yang kita bangun bukan hanya perhelatannya, melainkan ekosistemnya. Pelaku usaha harus kita dampingi agar produknya semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas, baik dari sisi legalitas, kualitas, kemasan, maupun pemasaran,” katanya.

Selain produk kuliner dan olahan, Semarang Halal Fest juga memberi ruang bagi industri kecil dan menengah untuk memperkenalkan kreativitas di bidang fesyen. Melalui IKM Batik Muslim Fashion Award 2026, karya para finalis dan alumni pemenang _IKM Fashion Award_ ditampilkan dengan mengangkat batik dan busana muslim.

“Batik jangan hanya kita lihat sebagai warisan budaya. Batik harus terus hidup, berkembang dan masuk ke gaya hidup masyarakat. Begitu juga fashion muslim. Ketika kreativitas bertemu dengan industri, maka di situlah muncul nilai tambah dan peluang ekonomi,” ujar Agustina.

Di kawasan Eks Plaza Simpang Lima, pengunjung dapat menemukan beragam produk UMKM, mulai dari makanan kering dan makanan basah hingga fesyen dan aksesori. Armeta, salah seorang pengunjung, mengaku tertarik dengan pilihan produk yang tersedia.

“Di sini banyak UMKM Kota Semarang, ada makanan kering, makanan basah, terus ada _fashion_ dan aksesori juga,” ujarnya.

Menurut Armeta, kehadiran MTQ Nasional turut membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal masyarakat dari berbagai daerah.