SEMARANG – Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang menyiapkan penguatan infrastruktur penyediaan air bersih untuk menjawab kebutuhan masyarakat hingga beberapa tahun mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat hingga 1.000 liter per detik pada 2030.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan air perkotaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air perpipaan. Upaya ini juga mendapat pengakuan dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 melalui kategori Outstanding Urban Water Resilience.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan atau akrab disapa Mas Wawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, pelayanan air minum harus memiliki keberlanjutan dan ketahanan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

"Penghargaan ini membuktikan bahwa pelayanan air minum, khususnya di Kota Semarang, harus sustainable dan memiliki ketahanan dalam pelayanan prima. Ke depan tentu kita akan meningkatkan pelayanan dan memperbaiki beberapa celah pelayanan yang kurang baik sehingga pelayanan air di Kota Semarang tetap prima," ujar Mas Wawan saat diwawancarai CNN Indonesia seusai acara.

Perkuat SPAM Semarang Barat hingga 2030