Berita
Honda Modif Contest 2026 di Ambarawa Lahirkan Tiga Juara Nasional
Final Battle Honda Modif Contest HMC 2026 diikuti 81 finalis yang berhasil lolos dari rangkaian kompetisi di sembilan region, dengan jumlah 1.313 modifikator.

AMBARAWA – Final Battle Honda Modif Contest (HMC) 2026 menghadirkan persaingan ketat para modifikator sepeda motor dari berbagai daerah di Indonesia. Digelar bersamaan dengan Honda Bikers Day (HBD) XV di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026), ajang ini melahirkan tiga National Champion dari kategori berbeda.
Ketiga gelar juara nasional tersebut diraih Wory dari Solo untuk kategori National Champion Matic & Cub, Ajies Sabara dari Surabaya untuk kategori National Champion Ultimate, serta Jason Vito Valentino dari Bandung untuk kategori National Champion Sport.
Final Battle HMC 2026 diikuti 81 finalis yang berhasil lolos dari rangkaian kompetisi di sembilan region, dengan total peserta mencapai 1.313 modifikator. Kompetisi ini menjadi panggung bagi para modifikator untuk menunjukkan kreativitas, karakter, serta kemampuan teknis dalam mengolah sepeda motor menjadi karya yang memiliki identitas kuat.
Wory, peraih National Champion Matic & Cub, mengaku bersyukur kembali mendapatkan gelar juara nasional. Ia membawa Honda BeAT tahun 2014 dengan konsep modifikasi yang menggabungkan karakter motor bebek dan gaya balap MotoGP.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi gelar nasional kedua yang berhasil diraih secara beruntun. Pada 2025, ia juga meraih gelar juara nasional melalui Honda Tiger di kelas berbeda.
“Alhamdulillah, ini tahun kedua saya mendapatkan gelar National Champion. Tahun lalu saya juga diberi amanah meraih gelar nasional, dan tahun ini kembali mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya terbaik, termasuk mempersiapkan motor untuk proyek Honda Dream Project tahun mendatang.
Sementara itu, Ajies Sabara dari Surabaya sukses merebut gelar National Champion Ultimate melalui Honda CB150R tahun 2013 yang sebelumnya lama tidak digunakan. Ia mengaku membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan motor tersebut menghadapi kompetisi nasional.
Ajies mengusung konsep new block tanker yang terinspirasi dari karakter motor klasik balap zaman dahulu. Konsep tersebut diterjemahkan melalui perpaduan material logam dan kayu, termasuk pengerjaan detail khusus pada sejumlah bagian motor.
“Ini pertama kalinya saya mendapatkan gelar National Champion. Sebelumnya, pada 2023, saya pernah mengikuti kompetisi regional Bali, tetapi belum sampai pada pencapaian seperti sekarang. Ini luar biasa bagi saya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengerjaan motor tersebut membutuhkan biaya hampir Rp70 juta. Namun, baginya, keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya biaya, melainkan kemampuan mewujudkan konsep secara menyeluruh dan konsisten.
Adapun Jason Vito Valentino dari Bandung berhasil membawa pulang gelar National Champion Sport. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi sebelumnya menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas karya dan memahami karakter motor yang dimodifikasi.
Tren Modifikasi Kian Mengutamakan Konsep dan Detail
Perwakilan juri HMC, Haris Fatchurahman dari Surabaya, menilai tren modifikasi pada 2026 semakin beragam. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah berkembangnya gaya retro pada sejumlah model skuter, termasuk Honda Scoopy, yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
Selain pemilihan aliran modifikasi, kualitas pengerjaan dan finishing juga menjadi perhatian. Menurutnya, keselarasan antara konsep, pemilihan komponen, serta detail pengerjaan merupakan unsur penting dalam penilaian.
Haris menegaskan, harga komponen bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas sebuah karya. Komponen dengan harga mahal tidak otomatis membuat motor lebih unggul apabila hanya dipasang tanpa penyesuaian.
“Di HMC, keselarasan dan konsep menjadi hal utama. Kalau ingin menggunakan komponen tertentu, detailnya juga harus dikerjakan dengan baik. Komponen yang disesuaikan kembali dengan konsep motor tentu memiliki nilai lebih,” jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan Agus Fickyanto dari Alpha Sierra Custom Surabaya yang turut menjadi juri. Ia menilai pemahaman peserta terhadap regulasi kompetisi mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Agus, perkembangan tersebut menunjukkan semakin baiknya pemahaman modifikator mengenai aturan, sekaligus meningkatnya kesadaran untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sesuai ketentuan kompetisi.
Ia juga mengapresiasi semangat peserta dalam mengembangkan kreativitas, terutama melalui pengerjaan detail dan pendekatan handmade yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pengembangan produk modifikasi.
Penyelenggaraan Final Battle HMC 2026 di Ambarawa pun menjadi momentum bagi para modifikator untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan standar kualitas karya.
Melalui kompetisi ini, Honda Modif Contest tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan budaya modifikasi sepeda motor yang mengedepankan konsep, kualitas pengerjaan, serta kepatuhan terhadap regulasi.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















