Selain penanaman fragmen karang, program tersebut juga dilengkapi dengan pemasangan 100 unit spider web dan satu unit biorock sebagai media rehabilitasi.

Menurut Sulistyo, kegiatan tersebut bertujuan memulihkan kondisi ekosistem terumbu karang sekaligus meningkatkan luasan tutupan karang hidup di lokasi rehabilitasi.

Keberadaan terumbu karang yang sehat juga diharapkan dapat menciptakan habitat yang lebih baik bagi berbagai jenis biota laut.

Kolaborasi untuk Konservasi Laut

Regional CEO Kantor Regional IV, Rahadian D. Yogisworo, mengatakan Karimunjawa memiliki kekayaan bahari yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

“Karimunjawa merupakan salah satu destinasi dengan kekayaan bahari yang luar biasa, sehingga rehabilitasi terumbu karang menjadi langkah konkret untuk memastikan potensi tersebut dapat terus dinikmati oleh masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, pengelola kawasan konservasi, komunitas lokal dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem laut.