Sulistyo mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses transplantasi, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan dan pengembangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui program ini, kami melihat bagaimana perusahaan, Balai Taman Nasional, komunitas, dan stakeholder daerah dapat bergerak bersama untuk memberikan manfaat bagi ekosistem,” katanya.

Ia berharap rehabilitasi terumbu karang tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian laut sekaligus masyarakat di sekitar Karimunjawa.

Terjaganya ekosistem laut juga dinilai penting bagi keberlangsungan sektor pariwisata. Karimunjawa tidak hanya memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, konservasi terumbu karang menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pariwisata di Karimunjawa.(fi)