JAKARTA – Posisi China sebagai pusat manufaktur dunia semakin kokoh. Sepanjang 2024, sebanyak 100 negara dan wilayah tercatat menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai sumber impor terbesar, menegaskan pengaruhnya yang terus menguat dalam perdagangan global.

Berdasarkan data OEC World, UN Comtrade, IMF, dan Our World in Data, China kini menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan industri dan konsumsi di banyak negara. Perhitungan tersebut hanya mencakup perdagangan barang (goods) dan belum memasukkan sektor jasa.

Dominasi China didorong oleh kemampuan industrinya memproduksi barang dalam jumlah besar dengan harga yang kompetitif. Produk yang diekspor mencakup mesin, komponen industri, elektronik, tekstil, kendaraan, hingga teknologi energi terbarukan.

Indonesia Masuk Daftar Negara Pengimpor Terbesar dari China

Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak mengimpor barang dari China. Selain Indonesia, Jepang, Korea Selatan, India, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Pakistan juga menjadikan China sebagai mitra impor terbesar.

Kebutuhan bahan baku industri, mesin produksi, peralatan elektronik, hingga berbagai produk manufaktur menjadi faktor utama tingginya impor dari Negeri Tirai Bambu.

Tidak hanya di Asia, dominasi China juga meluas ke berbagai kawasan lain seperti Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Negara-negara seperti Brasil, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, Rusia, hingga Nigeria kini lebih bergantung pada pasokan barang dari China.