Mualim menilai kesiapan tidak cukup hanya dilihat dari panggung maupun arena perlombaan. Penyambutan peserta, informasi bagi tamu, kantong parkir, kebersihan, keamanan hingga pelayanan juru parkir juga menjadi bagian penting dari kesuksesan MTQ Nasional.

Ia juga melihat masih terdapat sejumlah lokasi yang belum dilengkapi spanduk atau poster penyambutan.

“Kami melihat sekilas memang belum ada spanduk atau poster dipasang untuk penyambutan tamu dari berbagai kota yang akan datang dan peserta yang nantinya tinggal di Kota Semarang,” katanya.

Menurut Mualim, momentum MTQ Nasional seharusnya sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai potensi daerah. Ruang-ruang publik yang tersedia dapat digunakan untuk memperkenalkan wisata religi, UMKM, kuliner hingga berbagai produk unggulan Kota Semarang.

“Jadi hal-hal kecil seperti itu jangan sampai terlewat. Dengan ruang yang terbatas, tetap bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi Kota Semarang,” jelasnya.

Selain promosi daerah, DPRD juga menyoroti aspek keamanan dan kenyamanan. Menurut Mualim, kesan ramah yang diterima tamu selama berada di Semarang akan menjadi salah satu ukuran keberhasilan penyelenggaraan MTQ Nasional.