Dalam konteks pendidikan di lingkungan perguruan tinggi Islam, Al-Qur’an dinilai memiliki peran penting sebagai sumber nilai dalam membentuk sikap dan perilaku.

Nasaruddin pun mengajak mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menghafal Al-Qur’an.

“Jangan hanya living with the Quran, tetapi bagaimana kita bisa being the Quran,” pesan Nasaruddin.

Bukan Sekadar Membaca, Nilai Al-Qur’an Harus Dihidupkan

Menurut Nasaruddin, hubungan manusia dengan Al-Qur’an tidak sebatas menjadikannya bacaan atau hafalan.

Nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an perlu diinternalisasikan sehingga tercermin dalam cara berpikir, bersikap dan mengambil keputusan.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang akan menghadapi perubahan dunia kerja dan kehidupan sosial akibat perkembangan teknologi digital.