Peristiwa
Menaklukkan Lintasan Slamet Trail Run 2026: Kala Jalur Ekstrem Berjumpa Keramahan Warga
Sekda Provinsi Jawa Tengah mengatakan kegiatan Slamet Trail Run diharapkan ikut mendukung peningkatan pariwisata di Jawa Tengah.

TEGAL – Sepotong hari di Minggu, 25 Oktober 2026 menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi Devi. Perjalanan satu kilometer menjelang puncak Gunung Slamet menjadi perjuangan panjang baginya. Pelari asal Tangerang itu membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk melewati jalur berpasir yang membuat langkahnya berkali-kali merosot.
Belum selesai menghadapi medan, betisnya juga terluka akibat terkena batu yang jatuh dari atas.
Ya. Devi sedang mengikuti kategori 45K dalam Slamet Trail Run 2026 di kawasan Guci, Kabupaten Tegal. Ia harus mengerahkan tenaga ekstra untuk melewati lintasan yang tak bisa ditaklukkan hanya dengan berlari cepat.
"Jadi seperti kita naik 2 (langkah) turun 1 (langkah). Perosot lagi, naik lagi, turun lagi. Terus, kaki juga sempat kena bongkahan batu dari atas jadi agak sobek," begitu ia menggambarkan sulitnya jalur berpasir tersebut.
Meski harus menghadapi medan berat dan sempat mengalami cedera, pengalaman itu tetap meninggalkan kesan mendalam bagi Devi. Ia berhasil menjadi pelari perempuan pertama yang finis di kategori 45K setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam. Ini juga menjadi kali kedua dirinya menjajal tantangan Gunung Slamet.
“Slamet Trail Run 2026, keren abis,” katanya.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















