Bagi Devi, daya tarik lomba ini bukan hanya soal menuntaskan puluhan kilometer lintasan. Sepanjang perjalanan, ia juga menikmati pemandangan alam dan merasakan sambutan hangat warga yang tinggal di sekitar rute.

Ada warga yang memberikan semangat, menawarkan makanan dan minuman, bahkan mengajaknya mampir ke rumah. Hal-hal sederhana itu menjadi pengalaman tersendiri di tengah perjuangan melewati jalur gunung.

Devi memang terbiasa menjadikan ajang lari di luar kota sebagai kesempatan untuk menjelajahi daerah yang dikunjungi. Setelah menyelesaikan lomba, ia tertarik mencicipi kuliner setempat dan menikmati pemandian air panas di Guci.

"Setiap kali saya pulang lari pasti coba wisata kuliner, kita jalan-jalan, keliling-keliling di sini," katanya. 

Pengalaman serupa juga dirasakan Iis, peserta asal Yogyakarta yang ikut di kategori 25K. Ia datang ke Slamet Trail Run karena sebelumnya pernah mendaki Gunung Slamet melalui jalur Guci dan tertarik mencoba pengalaman berbeda di kawasan yang sama dengan berlari.

"Saya sudah pernah pernah muncak ke Slamet, apalagi via Guci itu emang bagus banget," tuturnya.