Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Kenalkan Cerita Dugderan kepada Kafilah MTQ Nasional
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para tamu atau kafilah MTQ Nasional dari berbagai daerah untuk mengenal tradisi dugderan.

“Supaya para kafilah tidak hanya mengikuti rangkaian kompetisi, tetapi juga membawa pulang kenangan indah tentang cerita, tradisi, dan kehidupan masyarakat Kota Semarang,” katanya.
Rangkaian Nostalgia Dugderan diisi Bazaar Expo Kauman Kampung Qur'an yang berlangsung sejak 13 September. Masyarakat dan para tamu dapat menikmati pertunjukan seni sekaligus berbagai kuliner dan produk masyarakat, mulai dari kue putu, donat, martabak, gerabah hingga kapal othok-othok.
Puncaknya berlangsung melalui Kirab Nostalgia Dugderan yang melibatkan 773 peserta dari 20 kelompok. Pelajar, kelompok keagamaan, komunitas masyarakat, serta kelompok seni dan budaya berjalan dalam satu rangkaian kirab.
Sejumlah penampilan hadir dalam kirab, antara lain Drumband SD Islam Sultan Agung, Pasukan Merah Putih pelajar SMPN 38, Pasukan Bregodo, penari Dugder, Denok-Kenang, Manten Kaji, Ngesti Pandowo, Rebana Pondok Tahfidz Al-Qur'an Masjid Kauman, hingga kelompok kesenian daerah.
Agustina turut menjadi bagian dari peragaan tradisi sebagai KRMAT Purbaningrum, didampingi unsur ulama Masjid Agung Kauman serta perwakilan budaya Arab, Jawa dan Tionghoa atau ARWANA.
Bagi Agustina, pertemuan berbagai unsur dalam kirab tersebut juga menggambarkan perjalanan budaya Kota Semarang. Jejak Jawa, Arab dan Tionghoa bertemu dan berkembang dalam kehidupan masyarakat kota. Salah satu simbol yang dikenal dalam tradisi Dugderan adalah Warak Ngendog.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















