INTAN BAHARI dikembangkan dengan melibatkan sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki peran berbeda.

Ekosistem tersebut meliputi KWT Cantik Bahari, Bank Sampah Pesona Bahari, Tangguh Bahari, Srikandi Cipta Bahari, Nelayan Bahari, serta Pondok Belajar Terang Bahari.

Masing-masing kelompok diharapkan dapat saling terhubung dalam mendukung aspek ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan dan pendidikan.

Pendekatan yang digunakan juga mengusung konsep pentahelix, dengan mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas atau masyarakat, serta media.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjaga agar pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam pengembangan program, PLN Indonesia Power UBP Semarang juga berkolaborasi dengan LPUBTN KAS.