Jadi Ruang Pengenalan Budaya bagi Kafilah MTQ

Kegiatan di Alun-Alun Kauman juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karakter budaya Kota Semarang kepada para kafilah MTQ Nasional XXXI yang datang dari berbagai daerah.

Di sela agenda utama MTQ, para kafilah berkesempatan melihat langsung tradisi dan aktivitas masyarakat Semarang. Nostalgia Dugderan menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.

Agustina berharap semarak kegiatan di kawasan tersebut dapat dipertahankan hingga seluruh rangkaian side event MTQ Nasional XXXI berakhir pada 18 September 2026.

“Mari kita jaga bersama suasana ramai ini. Kita berikan ruang bagi anak-anak untuk menari, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung ke Kota Semarang,” ujarnya.

Menurut Agustina, masa depan Alun-Alun Kauman bukan sekadar ditentukan oleh banyaknya acara yang digelar. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, menjaga keberlangsungan budaya, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan di sekitarnya.(fi)