Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng: Trans Semarang Layanan, Bukan Bisnis
Agustina Wilujeng berkomitmen menjadikan Trans Semarang sebagai moda transportasi berbasis layanan, bukan bisnis, demi memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Ikon Kota Semarang itu sempat dijuluki cumi-cumi darat karena kumpulan asap hitam yang keluar dari bus-bus berusia lebih dari 10 tahun. Ada 132 bus berusia di atas 10 tahun yang akan kami ganti, dan dua di antaranya disiapkan menggunakan bus listrik,” ungkap Agustina.
Urban Climate Forum 2026 yang mengangkat tema 'Penguatan Tata Kelola Mobilitas untuk Kota yang Berkelanjutan dan Berketahanan Iklim' ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya. Selain Wali Kota Semarang, forum tersebut dihadiri sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Kalimantan Selatan, dan Wali Kota Surakarta.
Kehadiran Agustina sebagai panelis utama didasari kepemimpinannya yang konsisten dalam mempertahankan alokasi subsidi transportasi publik melintasi pergantian kepemimpinan daerah. Forum ini bertujuan mengidentifikasi pendekatan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kami terus dorong agar armada pengganti untuk bus berusia di atas 10 tahun ini menggunakan bus listrik. Selain ramah lingkungan, kami memastikan desain pintu dan fasilitasnya ramah bagi penyandang disabilitas sehingga Trans Semarang menjadi transportasi publik yang inklusif bagi seluruh warga,” pungkas Agustina.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















