Semarang
Mooncake Festival 2026, Walikota Semarang Agustina : Wujud Akulturasi Budaya
Keberagaman di Semarang dirawat dengan kebersamaan. Jika sebelumnya Mooncake Festival dirayakan secara terpisah oleh komunitas Tionghoa, tahun ini disatukan.

*Pecinan sebagai Ruang Hidup*
Agustina melihat kawasan Pecinan bukan sebagai kawasan kuno yang tertinggal, melainkan sebagai ruang budaya yang hidup dan terbuka.
"Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong," tuturnya.
Pemerintah Kota, kata dia, akan mendorong penataan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis sebagai destinasi wisata budaya, dengan tetap menjaga karakter asli permukiman dan kehidupan warganya.
Pertemuan masa lalu dan masa kini juga dihadirkan lewat teknologi. Salah satu rangkaian festival adalah pertunjukan imersif yang mengangkat sejarah Laksamana Cheng Ho. Cerita sejarah dihidupkan kembali dengan pendekatan visual untuk menjangkau generasi muda.
*Dari Sembako hingga Meja Panjang*
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















