SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan menyambut kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dari berbagai daerah. Hal itu dilakukan menyusul kembali dibukanya sejumlah bandara dan rute penerbangan yang sebelumnya terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, dibukanya kembali penerbangan menjadi kabar positif bagi mobilitas para kafilah menuju Jawa Tengah. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila gangguan penerbangan kembali terjadi.

“Untuk gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik, alhamdulillah hari ini sudah dibuka,” kata Taj Yasin di sela peluncuran Program Kapulaga di Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

Menurut Taj Yasin, Pemprov Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan pengelola bandara untuk menyiapkan skenario perjalanan apabila terjadi penutupan bandara secara insidental akibat aktivitas vulkanik.

“Kemarin saya sudah menyampaikan kepada Garuda juga, kalau memang nanti ada penutupan yang sifatnya insidental, kita nanti akan bikin rute yang senyaman mungkin untuk kafilah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gangguan penerbangan sebelumnya berdampak pada sejumlah daerah. Bahkan, terdapat sekitar 10 provinsi yang penerbangannya terdampak karena rute perjalanan harus melalui Bandara Soekarno-Hatta.