Jika kondisi serupa kembali terjadi, perjalanan kafilah akan diarahkan melalui sejumlah rute alternatif. Salah satu skenario yang disiapkan yakni memanfaatkan bandara-bandara penunjang sebagai titik transit.

“Kalau nanti ada penutupan beberapa bandara, mereka harus dialihkan. Mungkin akan ada transit-transit di bandara-bandara penunjang,” kata Taj Yasin.

Pengaturan rute tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama Garuda Indonesia dan pengelola bandara. Pemprov Jateng berharap skenario tersebut dapat menjaga kelancaran mobilitas kafilah tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Selain menyiapkan jalur alternatif, Pemprov Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia mengenai kebutuhan penerbangan para peserta MTQ Nasional XXXI.

Garuda Indonesia memberikan potongan harga tiket bagi kafilah yang melakukan perjalanan menuju Jawa Tengah. Besaran potongan disesuaikan dengan daerah asal masing-masing kafilah.

Maskapai tersebut juga menambah satu penerbangan ke Jawa Tengah untuk mendukung kebutuhan mobilitas selama pelaksanaan MTQ Nasional.