Dalam perkembangannya, KWT Cantik Bahari menjadi salah satu wadah penguatan UMKM di RW 15.

Berbagai produk dikembangkan masyarakat, mulai dari makanan ringan, makanan berat, sambal, telur asin hingga minuman berbahan tanaman lokal.

Warga juga mengembangkan telur asin menggunakan telur ayam omega 3, teh rosella dan berbagai produk sambal.

“Ini menjadi wadah UMKM di wilayah RW 15. Produk yang dikembangkan beragam, mulai makanan ringan, makanan berat, sampai produk olahan lainnya,” ujar Sri Wahyuni.

Kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan pengolahan hasil tangkapan nelayan.

Ikan yang sebelumnya dijual dalam kondisi segar dapat diolah menjadi ikan kering maupun ikan asap sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.