Teknologi
Dari KWT hingga UMKM, Warga Tambak Lorok Bangun Ekonomi Pesisir Berbasis Lingkungan
Warga RW 15 Tambak Lorok mengembangkan KWT, UMKM, pengolahan ikan dan energi terbarukan sebagai bagian dari pemberdayaan menuju kampung wisata bahari.

Pengolahan Ikan Dikembangkan dengan Teknologi
Untuk mendukung pengolahan ikan, warga mengembangkan mesin pengering sekaligus pengasap ikan. Mesin tersebut memungkinkan proses pengeringan dan pengasapan dilakukan dalam satu siklus.
Pengelola KWT Cantik Bahari mengatakan teknologi tersebut dirancang agar pengolahan ikan lebih higienis dan ramah lingkungan.
“Keunggulan inovasi ini dibandingkan sistem konvensional, pertama lebih higienis karena tidak ada serangga yang bertebaran di sekitar ikan. Kedua lebih ramah lingkungan karena dari sisi emisi hanya sedikit asap yang keluar dan asap lebih terfokus di dalam mesin,” jelasnya.
Mesin mulai dikembangkan pada awal 2026. Setelah melalui sejumlah uji coba, mesin tersebut kemudian dipasang di kawasan green house dan telah dimanfaatkan masyarakat.
“Mesin ini baru mulai kami kembangkan pada awal tahun. Setelah berkali-kali uji coba, sekitar dua bulan lalu sudah jadi dan bisa diinstal di sini. Alhamdulillah sudah dimanfaatkan masyarakat dan hasilnya tidak kalah dengan produk yang ada di pasaran,” katanya.
Untuk menjaga kualitas produk, KWT Cantik Bahari juga bekerja sama dengan perguruan tinggi. Kajian dilakukan terhadap kondisi fisik, kadar air, nilai gizi dan daya simpan produk olahan.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















