Arumakata
Berita

Ahmad Luthfi Terima IOA Global, Bahas Investasi dan SDM Jateng

IOA Global menjajaki kerja sama investasi dan pendidikan vokasi dengan Pemprov Jateng, termasuk manufaktur dan penguatan SDM.

IOA Global Bidik Kerja Sama Investasi dengan Pemprov Jateng
IOA Global Bidik Kerja Sama Investasi dengan Pemprov Jateng

"Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah," katanya.

Ia juga menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik yang kuat sebagai tujuan investasi karena didukung infrastruktur yang memadai, kawasan industri yang berkembang, serta ekosistem usaha yang dinilai siap mendukung kegiatan industri.

Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, mengatakan Jawa Tengah memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat maupun pelaku usaha dari Provinsi Fujian. Menurutnya, banyak pengusaha asal Fujian telah memiliki jaringan bisnis di wilayah tersebut.

"Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini karena terdapat elemen-elemen yang lebih mereka pahami dibandingkan daerah lain di Indonesia," ujar Razali.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah provinsi siap memberikan kepastian hukum, jaminan keamanan, pendampingan, hingga mengawal seluruh proses perizinan bagi calon investor yang akan menanamkan modal di daerahnya.

Pemprov Jawa Tengah juga menawarkan berbagai kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan, termasuk untuk investasi manufaktur berteknologi tinggi di Jawa Tengah.

Menurut Ahmad Luthfi, sektor industri padat karya tetap menjadi salah satu prioritas karena memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kesiapan tenaga kerja tersebut didukung oleh hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan dunia industri.

"BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan," ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi dari Singapura sepanjang 2022 hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Nilai tersebut menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jawa Tengah. Sementara pada Triwulan I 2026, Singapura menjadi penyumbang terbesar penanaman modal asing dengan nilai investasi Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8 persen dari total investasi asing di Jawa Tengah.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Wali Kota Agustina Resmikan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang
Semarang • 14 Juli 2026

Agustina Resmikan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang