SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BPJS Ketenagakerjaan wilayah setempat membidik perluasan perlindungan jaminan sosial bagi jutaan pekerja  di pedesaan, melalui program Ngopeni Nglakoni yang bertajuk "Ngopeni Masyarakat Pekerja Desa, Nglakoni Jaminan Sosial Ketenagakerjaan".

Program ini diharapkan menjadi pengungkit peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja bukan penerima upah.

Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan Pelaksanaan Jamsostek Award 2026 di Patra Jasa Semarang Hotel & Convention, Kota Semarang, Rabu, 29 Juli 2026. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, tantangan terbesar dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan saat ini bukan lagi pekerja penerima upah yang relatif lebih mudah dijangkau melalui perusahaan, melainkan pekerja bukan penerima upah atau sektor informal.

"Pekerjaan rumah kita yang lebih berat lagi adalah bagaimana meng-cover yang bukan penerima upah. Mereka yang bekerja di sektor informal itulah yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak," kata Sumarno usai peluncuran program, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin. 

Menurutnya, Program Ngopeni Nglakoni menjadi salah satu strategi Pemprov Jateng untuk menjangkau kelompok pekerja tersebut dengan melibatkan berbagai pihak, terutama pemerintah desa.