Strategi peningkatan nilai pelanggan dan monetisasi layanan seluler turut mendorong kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) Telkomsel sebesar 7,1 persen menjadi Rp45.400.

Di bidang infrastruktur digital, pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp7,1 triliun. Sementara itu, NeutraDC membukukan pendapatan Rp1,39 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan kebutuhan layanan pusat data dan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Segmen B2B ICT juga mencatat pertumbuhan pendapatan 3,1 persen menjadi Rp11,2 triliun. Adapun segmen International tumbuh 5,8 persen menjadi Rp8,9 triliun, terutama didukung peningkatan bisnis jaringan internasional.

Percepat Transformasi TLKM 30

Selain menjaga pertumbuhan bisnis, Telkom melanjutkan transformasi melalui strategi TLKM 30. Program tersebut mencakup empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, serta Modus-operandi Shift.

Hingga kuartal III 2026, Telkom telah menyelesaikan penataan 14 entitas yang terdiri atas divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, dan penggabungan dua entitas.