SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat edukasi keuangan berbasis masyarakat dengan membentuk 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN). Program ini dijalankan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah.

Sebanyak 70 kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai wilayah di Jawa Tengah mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) di Semarang pada 10–11 Oktober 2026. Mereka dipersiapkan untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai risiko keuangan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan kader perempuan muda memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, terutama di lingkungan keluarga dan komunitas.

Melalui kegiatan dakwah, pengajian, serta pendampingan keluarga, para kader diharapkan dapat menyampaikan edukasi keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Edukasi Keuangan hingga Tingkat Keluarga

Pelatihan DILAN mencakup berbagai materi, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, pengenalan produk jasa keuangan, hingga kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman daring ilegal.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai bahaya judi daring, beragam modus penipuan, pelindungan konsumen, serta keterampilan komunikasi publik.