Selain mempertahankan pasar domestik, Budi juga mendorong UMKM berani memperluas pasar hingga ke luar negeri. Pemerintah menjalankan program UMKM Bisa Ekspor untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses kepada calon pembeli internasional.

Budi mengatakan pemerintah memiliki jaringan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

“Kita itu ada 46 perwakilan, Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center), ya. Di 33 negara. Jumlahnya 46 di 33 negara,” tuturnya.

Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan UMKM untuk mempresentasikan produk secara daring. Perwakilan perdagangan kemudian membantu mencarikan calon buyer dan mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli potensial.

“Nah setelah itu, perwakilan kita mencarikan buyer. Setelah perwakilan dapat buyer, Bapak-Ibu presentasi lagi langsung ke buyer-nya,” jelas Budi.

Program UMKM Bisa Ekspor juga mencatat peningkatan nilai transaksi. Sepanjang 2025, transaksi yang tercatat mencapai US$134,8 juta.