“Mahasiswa perlu memiliki wawasan global dengan tetap berpijak pada Pancasila, nilai kebangsaan, kemanusiaan, serta taat terhadap hukum,” ucapnya.

Untuk membuka pengalaman internasional, UPGRIS menyediakan sejumlah program bagi mahasiswa.
Di antaranya experiential learning, HKN dan PPL internasional, city trip, international class, serta visiting professor dengan menghadirkan akademisi dari berbagai negara.

Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengenal lingkungan, budaya, sistem pendidikan, serta jejaring internasional.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi perubahan dan persaingan di dunia kerja yang semakin terbuka.

Sapto berharap perjalanan sekitar empat tahun di UPGRIS tidak hanya menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademik.

Mahasiswa juga diharapkan berkembang menjadi pribadi yang mampu menggunakan ilmu untuk menghadirkan perubahan positif.