Pendidikan
Kuliah Tak Cuma Kejar Gelar, Mahasiswa Baru Didorong Berpikir Global
Sebanyak 3.727 mahasiswa baru UPGRIS mengikuti POEMA 2026/2027. Rektor Sapto Budoyo mendorong mahasiswa berprestasi dan berpikir global.

SEMARANG – Sebanyak 3.727 mahasiswa baru Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memulai perjalanan akademiknya dengan pesan penting dari Rektor Dr. Sapto Budoyo, M.H. Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah perdana Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POEMA) Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Balairung UPGRIS.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Sapto mengingatkan bahwa perjalanan di perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada nilai, prestasi, maupun gelar akademik.
Mahasiswa juga dituntut memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Prestasi adalah sebuah kebanggaan, tetapi dampak adalah sebuah pertanggungjawaban,” tegas Sapto.
Jangan Hanya Jadi Mahasiswa Berprestasi
Sapto mengatakan pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu menggunakan ilmu dan potensinya untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Karena itu, mahasiswa UPGRIS diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena tidak semua anak muda memiliki kesempatan yang sama.
“Memilih Universitas PGRI Semarang adalah sebuah keputusan yang tepat bagi saudara untuk merintis karier di masa depan,” ujarnya.
Sapto juga menyampaikan berbagai capaian UPGRIS, termasuk akreditasi unggul serta pengakuan dan capaian di tingkat regional maupun internasional.
Namun, berbagai pencapaian tersebut tidak boleh hanya menjadi angka atau penghargaan institusi.
Capaian itu harus menjadi modal untuk mendorong mahasiswa menghasilkan karya dan kontribusi yang lebih luas.
Didorong Berpikir Global
Selain memiliki kompetensi akademik, mahasiswa UPGRIS juga didorong membangun global mindset.
Sapto mengatakan mahasiswa harus mampu mengikuti perkembangan dunia, tetapi tetap memiliki pijakan yang kuat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Mahasiswa perlu memiliki wawasan global dengan tetap berpijak pada Pancasila, nilai kebangsaan, kemanusiaan, serta taat terhadap hukum,” ucapnya.
Untuk membuka pengalaman internasional, UPGRIS menyediakan sejumlah program bagi mahasiswa.
Di antaranya experiential learning, HKN dan PPL internasional, city trip, international class, serta visiting professor dengan menghadirkan akademisi dari berbagai negara.
Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengenal lingkungan, budaya, sistem pendidikan, serta jejaring internasional.
Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi perubahan dan persaingan di dunia kerja yang semakin terbuka.
Sapto berharap perjalanan sekitar empat tahun di UPGRIS tidak hanya menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademik.
Mahasiswa juga diharapkan berkembang menjadi pribadi yang mampu menggunakan ilmu untuk menghadirkan perubahan positif.
“Pendidikan bukan sekadar tentang mencetak manusia yang pintar. Pendidikan adalah tentang membentuk manusia yang mampu menggunakan potensinya untuk menghadirkan kebaikan dan perubahan bagi kehidupan,” katanya.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi 3.727 mahasiswa baru UPGRIS untuk menjalani masa perkuliahan.
Bukan hanya mengejar prestasi untuk diri sendiri, mereka juga didorong tumbuh sebagai generasi yang kompeten, berkarakter, berpikiran global, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















