"Suara bisa turun kembali jauh dari sumber, dan zona bayangan: daerah dekat belum tentu mendengar paling jelas," tulisnya.

Selain faktor perambatan suara melalui atmosfer, Badan Geologi menyebut dentuman keras yang terdengar hingga sejumlah wilayah Jawa Barat dapat berkaitan dengan ekspansi cepat akibat pelepasan gas.

Badan Geologi juga menyebut adanya gesekan dan turbulensi dalam aliran lava berkecepatan tinggi di dalam konduit atau lubang kepundan.

Gesekan dan turbulensi aliran lava dengan kecepatan tinggi pada konduit (lubang kepundan)," tulisnya.

Sebagai informasi, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. Tidak itu saja, selain di kawasan Carita, Pandeglang, bunyi getaran hingga dentuman juga dirasakan seperti Bandung, Sumedang, hingga sejumlah wilayah Jawa Barat lainnya.()