Di lapangan, upaya pemadaman disebut melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan. Operasi tersebut juga didukung penggunaan helikopter untuk pengeboman air (water bombing) serta operasi modifikasi cuaca.

Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk mengendalikan kebakaran, mengurangi penyebaran asap, dan melindungi masyarakat di wilayah terdampak.

Dampak Asap terhadap Kesehatan Jadi Perhatian

Selain mengancam kawasan hutan dan lahan, karhutla juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan asap.

Naskah sumber menyebut Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 280 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dikaitkan dengan paparan asap. Angka tersebut perlu dilengkapi periode pencatatan, wilayah cakupan, serta keterangan resmi mengenai hubungan kasus dengan karhutla agar tidak menimbulkan salah tafsir.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan anjuran kesehatan dari instansi berwenang, terutama ketika konsentrasi asap meningkat.

Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor, baik dalam upaya pemadaman, perlindungan kesehatan masyarakat, maupun penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran hukum.