Menurut dia, pemantauan tersebut dilakukan menggunakan sistem pendataan untuk mengetahui pohon yang sehat maupun yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kalau kita pada saat mau melakukan pemangkasan pohon, kita cek dulu pohon-pohonnya. Kita punya datanya, mana yang sehat, mana yang rawan. Kita ada aplikasinya,” bebernya.

Terkait insiden di Jalan Pandanaran, Pipie menyebut jika pohon tumbang hingga akarnya ikut terangkat dari tanah. Kondisi tersebut berbeda dengan pohon yang patah akibat batang yang telah keropos.
“Saya juga kaget pada saat dikabari teman-teman. Saya tadi juga cek lokasi bersama polisi. Itu masih sehat seakar-akarnya. Akarnya naik atau terangkat. Kecuali kalau patah,” jelasnya.

Pipie menambahkan, ruas Jalan Pandanaran bersama Jalan Pemuda dan Jalan Gajah Mada termasuk kawasan yang menjadi perhatian karena masuk jalur protokol atau kawasan ring satu.

“Untuk jalan protokol terutama Pandanaran, Pemuda, Gajah Mada, Sugiyopranoto, jalan-jalan ring satu itu pasti kita sudah antisipasi untuk SOP pemeliharaannya,” ungkapnya.

Disperkim juga mengklaim telah melakukan pemangkasan dan perempelan pohon secara berkala. Pohon yang mati, keropos, atau dinilai rawan tumbang akan segera ditangani. 

Langkah antisipasi disebut telah dilakukan sejak awal tahun untuk menghadapi potensi pohon tumbang saat memasuki musim hujan. Menurut dia, September hingga Oktober akan dimanfaatkan untuk mengejar penanganan pohon yang masuk kategori rawan, mengingat musim hujan diprediksi mulai berlangsung pada akhir Oktober atau November.