Peristiwa
Andrea Bocelli Guncang Borobudur, Konser Hadirkan Pesan Perdamaian
Andrea Bocelli tampil di Candi Borobudur dalam Romanza 30th Anniversary World Tour, menghadirkan musik klasik, budaya Indonesia, dan pesan perdamaian.

MAGELANG – Kawasan Candi Borobudur, Magelang, menjadi saksi pertunjukan musik berkelas dunia ketika maestro tenor Andrea Bocelli tampil dalam konser Bank SMBC Indonesia Presents Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour, Sabtu (31/10/2026).
Konser tersebut menjadi perayaan 30 tahun album Romanza, karya monumental yang mengantarkan nama Bocelli semakin dikenal di panggung musik internasional. Tidak hanya menghadirkan kemegahan musik klasik, pertunjukan ini juga membawa pesan universal tentang kemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan.
Tampil dengan latar Candi Borobudur yang megah, penyanyi legendaris asal Italia itu memukau penonton melalui perpaduan vokal khasnya, aransemen orkestra, serta sentuhan seni dan budaya Indonesia. Penampilannya semakin istimewa dengan jas beraksen motif batik sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Selama kurang lebih dua jam, Bocelli mengajak penonton menyusuri perjalanan musikal yang telah membawanya menjadi salah satu tenor paling dikenal di dunia.
Album Romanza yang dirilis tiga dekade lalu menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier internasionalnya. Album tersebut turut memperkenalkan lagu ikonik Con Te Partirò yang kemudian dikenal luas oleh pencinta musik di berbagai negara.
Sejak memenangkan Festival Musik Sanremo 1994 kategori Pendatang Baru, tenor kelahiran Tuscany, Italia, tersebut telah menjual lebih dari 90 juta album dan tampil di berbagai panggung bersejarah dunia.
The Prayer Jadi Momen Emosional, Pesan Perdamaian Menggema
Salah satu momen paling menyentuh dalam konser hadir ketika Andrea Bocelli membawakan lagu The Prayer. Lagu tersebut dipersembahkan sebagai doa bagi perdamaian dunia, khususnya untuk anak-anak dan masyarakat yang masih hidup dalam bayang-bayang konflik dan peperangan.
Pesan tersebut semakin kuat melalui pertunjukan drone yang menghiasi langit Borobudur dengan simbol-simbol perdamaian. Perpaduan musik dan visual itu menghadirkan pesan tentang harapan bagi masa depan yang lebih baik, ketika setiap anak dapat tumbuh tanpa rasa takut dan keluarga dapat hidup dalam suasana aman.
Kepedulian terhadap anak-anak terdampak konflik juga diwujudkan melalui gerakan kemanusiaan yang diinisiasi Shoemaker Live. Masyarakat diajak berpartisipasi membantu anak-anak yang masa kecilnya terdampak peperangan.
Partisipasi dalam gerakan tersebut dapat dilakukan melalui situs www.shoemaker.live hingga 3 November 2026.
Musisi Indonesia Turut Warnai Panggung Andrea Bocelli
Kemegahan konser di Borobudur tidak hanya bertumpu pada penampilan sang maestro. Sejumlah musisi, penyanyi, dan penari Indonesia turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.
Kolaborasi ini menghadirkan pertemuan antara musik klasik internasional dengan kekayaan seni pertunjukan Indonesia. Kehadiran para seniman Tanah Air sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perayaan tiga dekade album Romanza.
Panggung Borobudur pun menjadi ruang pertemuan budaya yang memperlihatkan bahwa musik dapat menjembatani perbedaan bahasa, tradisi, dan latar belakang masyarakat.
Con Te Partirò dan Nessun Dorma Tutup Konser Megah
Suasana semakin istimewa ketika Bocelli membawakan Con Te Partirò (Time to Say Goodbye). Lagu yang menjadi salah satu identitas musikalnya tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan konser malam itu.
Penampilan kemudian ditutup dengan lantunan Nessun Dorma, disusul pelepasan lampion yang menghadirkan simbol harapan dan perdamaian dunia.
Momen penutup tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi penonton yang menyaksikan pertunjukan di kawasan Candi Borobudur.
Setelah tampil di Magelang, rangkaian Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour dijadwalkan berlanjut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026).
Konser di Borobudur menjadi salah satu perayaan istimewa perjalanan 30 tahun Romanza. Lebih dari sekadar pertunjukan musik, kehadiran Andrea Bocelli membawa pesan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia, melampaui batas negara, bahasa, dan perbedaan.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















