Ia menambahkan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia. Pada 2025, produksi jagung di provinsi tersebut mencapai 3,721 juta ton atau sekitar 17,02 persen dari total produksi nasional.

Menurutnya, capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui perluasan areal tanam yang didukung kolaborasi bersama kelompok tani, kalangan santri, dan berbagai pemangku kepentingan.

Taj Yasin menegaskan, peningkatan produksi jagung memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian nasional di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

"Kalau ketahanan pangan kita siap, ekonomi enggak bisa digoyang, enggak bisa diintervensi oleh negara manapun," tegasnya.

Selain mengejar peningkatan produksi pangan, pengembangan kawasan tersebut juga memperhatikan aspek pelestarian lingkungan. Pepohonan yang telah tumbuh di area tersebut tetap dipertahankan agar aktivitas pertanian berjalan selaras dengan keberlanjutan ekosistem.

Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan sebagai pengembangan Agro Eduwisata Religi di Banjarnegara yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, wisata edukasi, serta kegiatan keagamaan, termasuk penyediaan fasilitas manasik haji.