Regional
Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka, Gandeng Pesantren untuk Pertukaran Santri
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melakukan penjajakan kerja sama antarpesantren yang mencakup pertukaran santri, pertukaran guru, dan jejaring pendidikan.

Ia mengatakan, kemitraan yang selama ini dibangun di tingkat pemerintah daerah perlu diikuti kerja sama yang lebih luas di tingkat lembaga pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Sementara ini dari ulama-ulama Indonesia dengan Malaysia ada pertukaran santri, pertukaran guru juga," tandasnya.
Selain memperkuat kerja sama internasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren.
Pada 2026, program tersebut menarik minat tinggi dengan total 941 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik program dalam negeri maupun luar negeri. Untuk program luar negeri, peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan studi di sejumlah negara, antara lain Mesir, Yaman, China, dan Filipina.
Gus Yasin mengatakan, minat santri terhadap bidang ilmu kini semakin beragam. Selain ilmu-ilmu keislaman, sebagian memilih bidang sains dan teknologi hingga kedokteran.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin, Malaka Muhammad Hadi Al Muhibbin menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Malaysia telah terjalin erat sejak masa kerajaan dan memiliki akar sejarah yang panjang.
Baca juga
Baca Juga
Pilihan Redaksi













