Peristiwa
Sedekah Laut Mangunharjo Kembali Digelar, Nelayan Panjatkan Doa untuk Keselamatan
Ratusan nelayan bersama warga mengikuti prosesi sedekah laut yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut.

SEMARANG – Tradisi Sedekah Laut kembali digelar masyarakat pesisir RW 5 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Selasa (7/7/2026). Ratusan nelayan bersama warga mengikuti prosesi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa memohon keselamatan saat melaut.
Prosesi sedekah laut diawali dengan doa bersama di lingkungan permukiman nelayan. Selanjutnya, warga mengarak miniatur kapal yang berisi kepala kambing dan berbagai sesaji menuju bibir pantai sebelum dilarung ke tengah laut menggunakan kapal nelayan.
Iring-iringan puluhan kapal yang mengantar sesaji ke laut menjadi pemandangan yang menarik perhatian masyarakat. Setelah prosesi larung selesai, para nelayan mengelilingi titik pelarungan sambil memanjatkan doa agar diberi hasil tangkapan yang melimpah dan terhindar dari bahaya selama bekerja di laut.
Ketua Panitia Sedekah Laut Mangunharjo, Rahmat, mengatakan tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan yang hingga kini tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya pesisir.
"Sedekah laut menjadi momentum untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh nelayan yang setiap hari mencari nafkah di laut," ujarnya.
Ia menjelaskan kepala kambing yang dilarung menjadi simbol dalam prosesi adat, sedangkan dagingnya dimasak dan disantap bersama warga sebagai wujud kebersamaan.
Baca juga
Baca Juga
Pilihan Redaksi














