Pemprov Jateng juga mengandalkan program Pilar Jateng untuk memetakan kondisi lahan, infrastruktur, irigasi, serta kebutuhan alat mesin pertanian. Pemetaan tersebut digunakan untuk menentukan intervensi yang lebih tepat di masing-masing wilayah.

Dukungan alat panen juga dirasakan Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalbati, Petarukan. Dengan adanya combine harvester, petani berharap proses panen lebih cepat dan tidak lagi harus menunggu alat dari wilayah lain.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini berharap momentum panen yang masih berlangsung dapat dipertahankan. Dengan begitu, produksi padi terus bertambah dan target 10,5 juta ton pada akhir 2026 dapat direalisasikan.(fi)