Semarang
Kembangkan Sentra Bandeng Tambakrejo, Wali Kota Semarang Agustina Siapkan Solusi Akses
Potensi produksi sentra bandeng di Tambakrejo dapat terus berkembang melalui penguatan peralatan pengolahan hingga perluasan jangkauan pasar.

SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong peningkatan produktivitas Sentra Bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Menurutnya, potensi produksi bandeng di kawasan pesisir tersebut dapat terus berkembang melalui penguatan peralatan pengolahan hingga perluasan jangkauan pasar.
Hal tersebut disampaikan Agustina pada Festival Kali Tenggang di Tambakrejo, Minggu (20/9) lalu. Ia menegaskan pengembangan sentra bandeng akan didukung melalui sinergi bersama Dinas Ketahanan Pangan serta kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki teknologi pengolahan bagi pelaku UMKM.
“Saya ingin produktivitas bandeng Kelurahan Tambakrejo ini bisa terus meningkat dan berkembang. Nanti kebutuhan pengembangannya disampaikan bertahap, agar kita bersama Dinas Ketahanan Pangan bisa memetakan intervensi yang paling tepat,” ujar Agustina.
Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah peralatan pengolahan, termasuk penyediaan mesin presto berkapasitas besar. Agustina menyebut kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mesin bagi pelaku UMKM.
“Yang dibutuhkan apa? Panci untuk presto yang besar? Atau apa? Pemerintah Kota Semarang ada kerja sama dengan beberapa universitas yang memproduksi mesin-mesin untuk teman-teman UMKM,” katanya.
Di samping peralatan, persoalan akses menjadi perhatian Agustina. Jalan menuju sentra bandeng kerap terendam air, sementara fasilitas kantong parkir bagi pengunjung belum tersedia sehingga pembeli masih memanfaatkan badan jalan.
Merespons hal itu, Agustina meminta kebutuhan penataan kawasan disampaikan melalui kecamatan untuk dicatat dalam perencanaan APBD 2027. Ia menekankan agar penanganan genangan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang jalur akses.
“Yang penting jalannya diberesin supaya tidak terendam. Solusinya harus di sepanjang jalur itu,” tegas Agustina.
Ia menambahkan, seluruh pengalokasian anggaran daerah pada dasarnya merupakan pemanfaatan kembali dana masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup warga. “APBD itu berasal dari uang warga Kota Semarang untuk warga Kota Semarang. Yang penting, usulannya disampaikan, nanti kita tata supaya kehidupan masyarakat di sini menjadi lebih bahagia,” tuturnya.
Di tengah kegiatan, Agustina turut memborong produk olahan bandeng warga untuk dibagikan kepada para tokoh masyarakat sebagai langkah promosi. “Tadi saya sudah borong bandengnya untuk para tokoh masyarakat, biar bandengnya beredar keluar, orang bisa mencicipi kalau bandeng di sini enak dan makin banyak yang beli ke sini,” ujar Agustina.
Tak hanya memborong produk olahan, Agustina juga membeli 100 cangkir es teh dari pedagang lokal untuk dibagikan gratis kepada warga yang hadir. Rangkaian Festival Kali Tenggang turut diisi kegiatan warga, seperti Lomba Taman Toga, lomba peragaan busana berbahan daur ulang sampah, hingga lomba egrang.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















