Semarang
Dispora Semarang Siapkan Digitalisasi 95 Organisasi Kepemudaan
Dispora Semarang meluncurkan Matras Pemuda untuk mendata 95 OKP secara digital, memperbarui susunan pengurus, dan menyiapkan integrasi data kepemudaan.

SEMARANG — Pendataan organisasi kepemudaan di Kota Semarang mulai diarahkan ke sistem digital melalui program Matras Pemuda yang diluncurkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Minggu (11/10/2026). Inovasi ini disiapkan untuk menata data organisasi, jumlah anggota, hingga susunan kepengurusan dalam satu sistem yang terintegrasi.
Program yang diluncurkan di Aula Balai Kota Semarang tersebut menyasar 95 organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang. Dispora juga berencana memasukkan data organisasi pelajar yang tergabung dalam Forum Komunikasi OSIS (FKO).
Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kota Semarang, Enita Damayanti, mengatakan Matras Pemuda dikembangkan untuk memperbaiki sistem pendataan yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Menurutnya, penggunaan berkas Excel yang belum tertata dalam sistem pendataan terpadu membuat pengelolaan informasi organisasi perlu ditingkatkan, terutama ketika terjadi pergantian pengurus.
“Selama ini data yang ada hanya berbentuk Excel dan belum tertata dalam spreadsheet. Dengan Matras Pemuda, kami ingin membuat satu data yang akurat dan berkelanjutan,” kata Enita.
Melalui sistem baru tersebut, Dispora berharap informasi organisasi kepemudaan dapat dikelola lebih rapi, diperbarui secara berkala, dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program pembinaan pemuda.
Data Pengurus dan Keaktifan Organisasi Jadi Prioritas
Salah satu tantangan dalam pendataan organisasi kepemudaan adalah perubahan susunan pengurus yang terjadi dari waktu ke waktu. Kondisi ini membuat pembaruan informasi menjadi penting agar data administrasi tetap sesuai dengan keadaan di lapangan.
Enita mengatakan Dispora akan memprioritaskan pendataan organisasi yang masih aktif, termasuk memastikan kelengkapan surat keputusan (SK) kepengurusan terbaru.
“Namanya organisasi kepemudaan, tentu selalu ada perubahan susunan kepengurusan. Nanti kami akan meminta SK pengurus dari setiap OKP dan FKO yang mengalami perubahan setiap tahunnya,” ujarnya.
Selain mendukung administrasi organisasi, data tersebut dibutuhkan untuk memenuhi indikator kinerja utama organisasi perangkat daerah (OPD). Karena itu, pembaruan informasi akan dilakukan secara berkala.
Dispora juga berharap sistem ini memudahkan pemantauan organisasi yang masih aktif sehingga program pembinaan dapat disusun berdasarkan data yang lebih akurat.
Matras Pemuda dikembangkan dalam bentuk dashboard berbasis web yang direncanakan terintegrasi dengan situs resmi Dispora Kota Semarang.
Melalui dashboard tersebut, informasi mengenai organisasi kepemudaan diharapkan dapat diakses masyarakat dan pihak lain yang membutuhkan data. Keterbukaan informasi ini menjadi salah satu tujuan pengembangan Matras Pemuda.
“Keterbukaan data diharapkan memudahkan masyarakat maupun pihak yang membutuhkan informasi mengenai organisasi kepemudaan di Kota Semarang,” kata Enita.
Dispora Berharap Data Terintegrasi dengan Kemenpora
Pengembangan Matras Pemuda juga diarahkan untuk membuka peluang integrasi data dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurut Enita, data organisasi yang akurat dan berkelanjutan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi pada tingkat kementerian apabila diperlukan.
“Harapannya, data ini selalu akurat dan berkelanjutan. Nanti kami juga berharap bisa mengintegrasikannya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga ketika data tersebut dibutuhkan oleh kementerian,” tuturnya.
Untuk mendukung pemantauan organisasi, Dispora akan memanfaatkan rapat kerja KNPI sebagai salah satu sarana evaluasi. Dalam forum tersebut, organisasi kepemudaan dapat menyampaikan usulan, gagasan, dan ide untuk menjadi bahan penyusunan program kerja tahunan.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















