SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menghadirkan aplikasi Sigap Hidran sebagai inovasi digital untuk mempercepat penanganan kebakaran. Melalui aplikasi tersebut, petugas maupun masyarakat dapat mengetahui lokasi hidran terdekat sehingga proses pemadaman diharapkan berlangsung lebih cepat dan efektif. 

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan digitalisasi data hidran menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, selama ini pencarian hidran masih dilakukan secara manual sehingga kerap menyita waktu ketika terjadi keadaan darurat. Kini seluruh titik hidran telah dipetakan dalam sistem sehingga dapat diakses lebih mudah. 

"Kecepatan menemukan sumber air sangat menentukan keberhasilan pemadaman. Dengan aplikasi ini, petugas maupun masyarakat bisa langsung mengetahui lokasi hidran terdekat ketika terjadi kebakaran," ujar Handi. 

Ia menjelaskan, setiap mobil pemadam kebakaran hanya mampu membawa pasokan air dalam waktu terbatas. Karena itu, keberadaan hidran yang mudah ditemukan akan mempercepat pengisian ulang air sekaligus mempercepat proses pengendalian api. 

Selain meluncurkan aplikasi, Pemkot Semarang juga mengimbau masyarakat ikut menjaga akses menuju hidran agar tidak terhalang bangunan, kendaraan, maupun lapak pedagang. 

"Kami berharap masyarakat turut menjaga agar titik hidran tetap mudah diakses. Hambatan sekecil apa pun dapat memperlambat penanganan ketika terjadi kebakaran," katanya.